Senin, 23 April 2012

IMPLEMENTASI ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMP


IMPLEMENTASI ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMP

Destika Setya Pratiwi
FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta

ABSTRAK
This report aims to instill character education students through the implementation of Natural Sciences (IPA), through learning materials science. Science education is a conscious effort in order to express the symptoms found in nature by applying the scientific method and to shape the personality or behavior of students. With science education is indirectly making the learners (students) as well as to obtain exemplary how the characters behave so as to form the learners. Thus, IPA can assist in the implementation of character education junior high school students.

Keywords: implementation, character education

Laporan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter siswa melalui implementasi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan melalui materi-materi pembelajaran IPA. Pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar guna untuk mengungkapkan gejala-gejala yang terdapat di alam dengan menerapkan metode ilmiah serta untuk membentuk kepribadian  atau tingkah laku siswa. Dengan pendidikan IPA secara tidak langsung membuat para peserta didik (siswa) sekaligus dapat memperoleh keteladanan bagaimana dalam bersikap sehingga dapat membentuk karakter peserta didik. Sehingga Implementasi IPA dapat membantu dalam pendidikan karakter siswa SMP.
Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter









PENDAHULUAN

Latar Belakang
Eksistensi seseorang sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki. Hanya seseorang yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai seorang yang bermartabat dan disegani oleh orang lain. pendidikan karakter sebenranya bukan hal yang baru. Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Naional telah ditegaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun tampaknya upaya pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dan institusi pembina lain belum sepenuhnya mengarahkan dan mencurahkan perhatian secara komprehensif pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Untuk menjapai tujuan pendidikan tersebut,khususnya pendidikan karakter pada siswa SMP dapat dilakukan melalui implementasi Ilmu Pengetahuan Alam. Melalui pembelajaran IPA ini guru dapat menyisipkan nilai-nilai yang berguna dalam menumbuhkan karakter siswa. Bisa melalui materi, proses dalam pembelajaran, maupun alat peraga yang digunakannya. Hal yang terpenting dalam penanaman pendidikan karakter yaitu selain melalui tahap dan proses yang lama juga memerlukan objek-objek yang dapat mendukungnya, salah satunya yaitu IPA. Dengan demikian peserta didik akan mengerti dan menanamkan dengan sendirinya karkter itu melalui proses belajar sehari-hari. Mereka dapat tumbuh menjadi peserta didik yang pandai dalam hal materi sekolah sekaligus peserta didik yang memiliki karakter mulia sehingga karakter dapat tumbuh dengan sendirinya melalui proses belajar sehari-hari.


PEMBAHASAN

A.    Pengertian Implementasi
Menurut Nurudin Usman (2002:70): “Implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu system. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan.” Sebagai usaha untuk mencapai tujuan kegiatan itu sendiri, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Atau dengan kata lain, dalam mencapai tujuan kegiatan diperlukan  suatu objek. Jadi implementasi di sini tidak berdiri sendiri melainkan dipengaruhi oleh objek-objeknya.
Pengertian implementasi yang dikemukakan di atas, dapat dikatakan bahwa implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi merupakan suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan dari suatu kegiatan. Maka, implementasi ini tidaklah berdiri sendiri melainkan dipengaruhi oleh objek-objek berikutnya.
Menurut Guntur Setiawan (2004:39): “Implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksanaan, birokrasi yang efektif.” Dari pengertian implementasi tersebut dapat dikatakan bahwa implementasi merupakan proses untuk melaksanakan ide, maupun seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan suatu penyesuaian dalam birokrasi demi terwujudnya tujuan.
Menurut Hanafi Harsono (2002:67): “Implementasi adalah suatu proses untuk melaksanakan kebijakan menjadi tindakan kebijakan dari politik ke dalam administrasi. Pengembangan kebijakan dalam rangka penyempurnaan suatu program.” Dari pengertian implementasi tersebut, maka dapat kita ketahui bahwa implementasi itu tidak hanya berkaitan dengan objek maupun birokrasi, akan tetapi juga berkaitan dengan kebijakan. Dengan demikian dalam implementasi itu juga perlu adanya kebijakan sehingga tercapailah tujuan yang diharapkan.
Dari pengertian implementasi yang dikemukakan oleh ketiga sumber diatas, dapat dikatakan bahwa implementasi bukan hanya merupakan suatu aktivitas saja. Akan tetapi merupakan suatu kegiatan yang terencana dan bersumber dari suatu kebijakan serta disesuaikan dengan proses interaksi antara tujuan dan tindakan, demi tercapainya suatu tujuan guna penyempurnaan suatu program. Implementasi adalah bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Oleh karena itu implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh objek-objek berikutnya.

B.     Pendidikan IPA
Pendidikan merupakan suatu proses sadar dan terencana dari setiap manusia, baik individu maupun kelompok untuk membentuk pribadi yang baik serta untuk mengembangkan potensi yang ada sebagai upaya untuk mewujudkan suatu cita-cita dan tujuan yang diharapkan. Pendidikan tidak hanyalah menitik beratkan pada perkembangan pola pikir melainkan juga untuk mengembangkan potensi pada diri seseorang . jadi pendidikan menyangkut semua aspek pada kepribadian seseorang untuk membuat seseorang tersebut lebih baik
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berasal dari kata sains yang berarti alam. Menurut Abdullah (1998: 18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, dan demikian seterusnya kait mengkaitkan antara cara yang satu dengan cara yang lain.” Dari sini, dapat dimengerti bahwa IPA merupakan ilmu yang dalam penyusunannya memerlukan proses dan metode tertentu. Bukan sekedar dari pendapat maupun adat istiadat, melainkan melalui metode-metode ilmiah serta saling berkaitan.
Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan. Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang berkaitan dengan alam. Ruang lingkup IPA meliputi makhluk hidup, energy dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifat-sifatnya. Dimana meliputi aspek Fisika, Kimia, dan Biologi.
Dari uraian di atas, mengenai pengertian pendidikan dan IPA, maka pendidikan IPA merupakan suatu penerapan dalam pendidikan dan IPA untuk tujuan dalam pembelajaran termasuk di SMP. Pendidikan IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan “usaha untuk menggunakan tingkah laku siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap yang baik terhadap IPA serta menguasai materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip, hokum dan teori IPA”.
Jadi Pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar guna untuk mengungkapkan gejala-gejala yang terdapat di alam dengan menerapkan metode ilmiah.dari hasil metode ilmiah maka disusunlah teori-teori berdasarkan kenyataan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan berfungsi untuk membentuk kepribadian  atau tingkah laku siswa sehingga dapat memahami proses IPA dan dapat mengembangkannya dimasyarakat.

C.    Pendidikan Karakter
Karakter sendiri dapat diartikan sebagai suatu nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, serta perbuatan berdasarkan norma agama, hokum, tata karma, budaya dan adat istiadat.
Menurut Rutland dalam Hidayatullah (2010:12) “Karakter berasal dari akar kata bahasa Latin yang berarti “dipahat”. Sebuah kehidupan, seperti sebuah blok granit yang dengan hati-hati dipahat atau pun dipukul secara sembarangan yang pada akhirnya akan menjadi sebuah mahakarya atau puing-puing yang rusak. Karakter, gabungan dari kebajikan dan nilai-nilai yang dipahat di dalam batu hidup tersebut, akan menyatakan nilai yang sebenarnya.”
Menurut Kertajaya dalam Hidayatullah (2010:13) “Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap benda atau individu. Cirri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, dan merupakan mesin yang mendorong bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berujar, dan merespon sesuatu.”
Pendidikan karakter sendiri mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter pendidikan atau budi pekerti pendidikan yang merupakan kepribadian khusus yang harus melekat pada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesame, kepada lingkungan, maupun bangsa sehingga menjadi manusia insan kamil.
Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengolahan mata pelajaran, pengelola sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karekter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi yang berkaitan dengan norma dan nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari dimasyarakat.



D.    Mengapa harus SMP
Pada usia SMP, anak-anak memasuki usia remaja, yang mengubah kondisi fisik dan mental dari alam kanak-kanak menjadi alam remaja. Pada tahap ini anak mulai mencari jati dirinya, siapa dia, dari mana dia berasal, ke mana dia akan menuju (cita-cita). Dan tentu saja jawaban itu tak bisa didapatnya dalam pendidikan di SMP. Oleh karena itu pendidikan di masa SMP hendaknya menyediakan peluang/pilihan ilmu, keahlian yang banyak kepada para siswa. Secara garis besar kurikulum SMP harus bersifat : banyak, luas, tidak mendalam/general, pendek, dan ringan.

E.     Peranan IPA dalam Pendidikan Karakter bagi siswa SMP
Pendidikan karakter tidaklah hanya mementingkan suatu kecerdasan siswa, akan tetapi juga memerlukan kejernihan hati. Pendidikan karakter memberikan peluang bagi peserta didik untuk multi kecerdasan yang mampu mengembangkan sikap-sikap kejujuran, integritas, kedisiplinan, komitmen, dan kemandirian.
Implementasi pendidikan karakter tidaklah mudah. Diperlukan proses yang panjang dalam membangun karakter itu sendiri. Karena di sekolah-sekolah, kita tidak hanya menjadikan anak cerdas otak tetapi juga watak yang cerdas. Dalm pembentukan watak serta otak yang cerdas tidaklah mudah, diperlukan kesabaran dan harus berjalan tahap demi tahap. Tahap demi tahap tersebut harus selalu berkesinambungan. Sehingga apa yang ingin dicapai, baik kecerdasan otak maupun kecerdasan watak dapat terwujud dalam proses pendidikan siswa khususnya siswa SMP.
Siswa usia SMP, merupakan usia dalam tahap perubahan. Yaitu, dari usia anak-anak memasuki usia remaja, yang mengubah kondisi fisik dan mental dari alam kanak-kanak menjadi alam remaja. Pada usia ini anak mulai mencari jati dirinya, siapa dia, dari mana dia berasal, ke mana dia akan menuju (cita-cita). Pada usia ini, anak masih dalam keadaan yang labil dan belum dapat mengontrol emosinya. Usia SMP, merupakan usia yang rawan bagi seorang anak untuk terjerumus dalam hal-hal yang buruk. Hal ini disebabkan anak belum dapat membedakan mana yang terbaik untuknya dan mana yang berbahaya untuk dirinya.
Untuk itu, pada masa-masa ini, sangat diperlukan keteladanan. Maka dalam pengembangan keteladanan, disini IPA berperan sebagai suatu sarana dalam pendidikan karakter. Karena dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan kepada siswa SMP tersebut dapat memberikan keteladanan tersendiri. Pertama, Ilmu Pengetahuan Alam sendiri merupakan suatu ilmu dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan. Sehingga dari sini kita bisa memberikan keteladanan untuk siswa bahwa untuk memperoleh suatu kebenaran, kita perlu melakukan tinjauan terlebih dahulu dan baru menyimpulkannya. Bukan asal-asalan, tetapi diperlukan proses. Kedua, dalam Ilmu Pengetahuan Alam juga diajarkan mengenai kehidupan ini. Mulai dari molekul yang kecil sampai yang kompleks, maka dari sisi tersebut dapat menumbuhkan karakter siswa untuk mengagumi ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga dapat meningkatkan ketaatan siswa dalam beribadah serta menyayangi setiap makhluk hidup. Ketiga, dari alat-alat peraga maupun perangkat pembelajaran IPA juga akan mendukung pelaksanaan pembelajaran yang berkarakter.












PENUTUP

Kesimpulan
Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Implementasi adalah bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.
2.      Pendidikan karakter dapat diterapkan melalui pembelajaran pada setiap mata pelajaran, khususnya dalam Ilmu Pengetahuan Alam.
3.      Dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan kepada siswa SMP tersebut dapat memberikan keteladanan melalaui materi yang diajarkan maupun alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran.
Sehingga pendidikan karakter dapat ditumbuhkan melalui Implementasi Ilmu Pengetahuan Alam.

















DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, Harsono.(2002). Implementasi Kebijakan dan Politik. Bandung : Puataka Buana.
Hidayatullah, Furqon.(2010). Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta : Yuma Pustaka.
Usman, Nurudin.(2002). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Bandung : Pustaka Buana.
Kamala, Izzatin. 2008. Pengertian Pendidikan IPA dan Perkembangannya. (http://juhji-science-sd.blogspot.com/2008/07/pengertian-pendidikan-ipa-dan.html, Selasa, 5, April, 2011, 18.00WIB)
Syamsuri. 2011. IPA Terpadu dan Pendidikan Karakter. (http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/1/17/71199/ipa-terpadu-dan-pendidikan-karakter, Selasa, 5, April, 2011, 18.10WIB)






0 komentar:

Poskan Komentar